GOOGLING..!

Selasa, 08 Mei 2012

Bertumbuh Paguyuban Bertambah Keakraban

Tak pelak lagi, hadirnya jejaring media sosial telah memicu berbagai perubahan perilaku masyarakat, terutama konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini tentu saja kudu dibarengi dengan strategi dan taktik para pemasar, untuk zMania dan Anda yang bergerak di bidang ini. Menarik logika pemasaran ke dalam aktivitas sosial masyarakat lainnya, kurang lebih juga mencerminkan hal senada.

Dalam keseharian kehidupan masyarakat yang ingin maju atau berwawasan luas dengan orientasi masa depan, penerapan manajemen menjadi kebutuhan yang vital. Kebutuhan ini juga didukung oleh pengalaman masa silam yang relatif kelam, akibat penanganan atau pengelolaan yang tidak semestinya. Banyak kesatuan-kesatuan di pemukiman warga yang telah mengalaminya.

Ada baiknya pendekatan logika pemasaran dan manajemen pemasaran mulai diterapkan di banyak kesatuan-kesatuan tersebut, entah itu bernama kerumuman, paguyuban, komunitas ataupun sosialita. Dalam banyak kasus, kendala yang berujung pada urusan perut, dapur ngebul, wani pira dan berbagai ungkapan senada kerap mengemuka di saat-saat urgen. Karenanya, pemikiran dan saling berbagi untuk mengedepankan solusi atas kendala-kendala tersebut hendaknya layak dipertahankan dan dikesinambungkan.

Ada beberapa fakta menarik di 'kota' Popongan, yakni dengan bertumbuhnya beberapa 'paguyuban', yang dari hari ke hari diharapkan bisa menyumbang masukan positif untuk tanah tumpah darahnya. Beberapa paguyuban tersebut memang hanya ada di dunia maya, akan tetapi semangat dan keinginan untuk berbagi mulai terwadahi. Nilai-nilai lebih darinya, layak kita tunggu, atau kita jemput via aksi-aksi yang perlu distimulasikan kepadanya.

Beberapa paguyuban yang pernah atau masih eksis itu antara lain:

PPWP, singkatan dari Paguyuban Pensiunan dan Warga Popongan.
Aktivitas reguler adalah arisan tiap tanggal 10 sore. Saat ini mempunyai 16 username sebagai member.

PERSIT, singkatan dari Persatuan Istri Tentara.
Aktivitas reguler adalah arisan tiap tanggal 10 pagi.

Merpati-P, singkatan dari menuju eratnya persaudaraan antar teman intern Popongan.
Ini merupakan Paguyuban Pemuda dan Warga Popongan, tapi lazim disebut dengan nickname Merpati. Dulu, dikedepankan dengan nama Swadez, embrionya. Aktivitas reguler adalah pertemuan rutin, antara lain berisi arisan.

Nuansa, singkatan dari menuju tujuan bersama.
Ini merupakan Paguyuban Arisan Sepeda Motor, mulai bergulir sejak Mei 2007, yang kini telah merambah ke produk lap top. Username sebagai member telah mencapai di atas 600, baik dari Purworejo maupun Kulon Progo, Kebumen, dll.

Kelompok Tani Usaha Lestari Widodo 3
Ini merupakan kelompok tani 'modern' yang mengadopsi System Rice of Intensification pada tanaman padi. Kelompok Tani Usaha Lestari Widodo 3 yang berjejaring luas ini juga merupakan salah satu penghasil padi organik 100% dengan brand Bogowonto, yakni salah satu contoh produk yang telah dikonsumsi hingga ke Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

Anak Popongan.
Ini merupakan grup facebook dengan 183 username saat ini sebagai member.

Bagi siapa saja yang merasa berasal dari desa Popongan kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, silakan bergabung! Bisa untuk saling mengenal antar kita semua dan mendekatkan di antara kita semua walau terpisah oleh jarak. Semoga bermanfaat.

Demikian 'tentang'-nya. Belum ada satu dokumen pun di grup tertutup facebook ini.

Popongan On Air, sering disingkat menjadi POA.
Ini merupakan grup facebook dengan 95 username saat ini sebagai member.

Menyiarken yang ingin disiarken, meski banyak hal yang sebenarnya tidak perlu disiarken, namun selalu dinanti untuk disiarken. Welcome dan sugeng rawung wonten "Popongan On Air".


Demikian 'tentang'-nya. Telah ada beberapa dokumen di grup tertutup facebook ini. 

Popongan Tanah Tumpah Darahku, disingkat menjadi PTTD
Ini merupakan grup facebook dengan 82 username saat ini sebagai member.
Belum ada keterangan apapun dalam menu 'tentang'-nya maupun 'dokumen' di grup terbuka facebook ini.

Pangkar, singkatan dari Paguyuban Wong Karangjati
Ini merupakan grup facebook rahasia dengan 25 username saat ini sebagai member.
Ada keterangan " Yang patut dikirimkan dalam grup ini adalah #masadepan.. bukan #masasilam belaka..! :D " dalam menu 'tentang'-nya, tetapi belum ada keterangan apapun dalam menu 'dokumen' di grup tersebut.

SSB Capung - Capung FC - Capungmania
Tentang Capung, ada keterangan seperti di bawah ini:

Aroma bola kini tercium di mana-mana. Lebih banyak dan lebih terarah, ketimbang tahun 80-an. Itu setidaknya di kawasan Jokima. Anak-anak kala itu biasa main bola di pasir tepi kali Bogowonto. Di tegalan kacang seusai panen juga biasa. Di pekarangan tetangga juga nggak asing. Itu dulu, saat satu pun lapangan untuk main bola bisa dibilang tak ada. Yang penting guyub, karena main PS juga nggak mungkin.
Di sebelah timur lokasi SMPN 26 Purworejo, kini sekerumunan anak-anak seusia SD juga main bola. Di jaman berbeda dengan para kakak dahulu. Lihat sajalah sendiri, ada satu tanah lapang, masih jauhlah kalau disebut sebagai stadion. Tapi lumayan dan menggembirakan jikalau bibit-bibit pemain nasional bisa ditemukan di sini. Kelak! Hahahaha..!
Di kawasan ini, sebuah Sekolah Sepak Bola ~ boleh disingkat SSB ~ akan segera berproses. Berproses mengikuti naik turunnya semangat, naik turunnya minat, naik turunnya kelaziman kultur keseharian masyarakat sekeliling.
SSB Capung diinspirasi dari tampaknya sebuah lapangan kampung yang tiang dan mistar gawangnya ambruk berhari-hari tanpa ada yang memperbaikinya. Anak-anak penyuka bola bermain tanpa sepatu dan memanfaatkan lapangan area SMPN 26 yang lebih terawat. Di lapangan kampung itu juga tumbuh rumput-rumput liar tanpa tersiangi. Kumuh, kira-kira begitu.
Aditya Oktafiaris, salah satu yang merasa terpanggil untuk kelak menuntaskan sekerumun anak-anak penyuka bola itu untuk bermain dengan lebih layak. Salah satunya bisa mengenakan sepatu bola dan seragam. Dilihat dari jauh pun akan menggugah hati, menarik simpati. Anak-anak pun senang, untuk berprestasi pun tinggal mau berlatih atau tidak. Satu persatu anak-anak tersebut ditawari, mau berlatih serius atau tidak. Syarat utama harus mau mengenakan sepatu bola. Gratis, dalam arti tidak dipungut jasa pembinaan atau latihan. Pakaian yang akhirnya menjadi seragam diupayakan iuran atau menabung terlebih dahulu, sehingga tidak memberatkan orang tua. Demikian juga tentang sepatu, tidak harus dengan mengenakan sepatu bola, pokoknya sepatu yang enak buat latihan, minimal bisa melindungi kaki dari batu-batuan yang bertebaran di sekujur lapangan.
Kini, beberapa di antara anak-anak itu sudah memiliki sepatu bola. Mereka pun memiliki kaos bola. Ada namanya di dada, SSB Capung. Ada nama mereka di atas nomor punggung. Sangat personal, tetap menyatu dalam tim dan komunitas nantinya. Kelak, ada Garuda di Dadaku.. :)

Hari ini, SSB Capung meluncurkan Facebook Group, mari bergabung..!

Aditya Oktafiaris, yang melihat sekilas 'ironi' persepakbolaan kampung itu, kebetulan juga pernah memperkuat tim ISP Purworejo, saat itu belum bernama Persekabpur. Di kota Purworejo, ia menikmati masa kecilnya bersama SSB IM Purworejo. Mulai kelas dua sekolah dasar, dirinya pernah mengikuti laga-laga Piala Haornas, Piala Suratin, Popda, Porda dan event-event antar sekolah sepakbola. Itu mewakili nama besar kabupaten Purworejo. Begitu ironis ia bilang, ada lapangan tak termanfaatkan di kampung ini. Tak ada yang merasa peduli dengan tindakan-tindakan nyata yang tampak dari lalu lalang lalu lintas tepi lapangan itu. Tak lebih baik dari kondisi lapangan yang ada, katanya terkekeh. :)
SSB Capung ini kini membutuhkan seperangkat sarana dan prasarana latihan. Satu persatu diupayakan secara bertahap. Jumlah bola yang ada, jelas sangat kurang dari mencukupi. Pernah satu saat latihan dihadiri limapuluhan anak-anak. Bolanya cuma dua biji.

BERSAMBUNG

tulisan lain sila simak http://popongan.co.cc/


Sahabat 'Kandang Sapi'

 
Sahabat KANDANG SAPI yang budiman, mari kita ajak rekan-rekan seperguruan untuk berbagi di sini.. http://www.facebook.com/groups/337414506298080 :)

Demikian sedikit demi sedikit paguyuban bertumbuh, semoga kian bertambah keakraban yang makin meluas, lepas dari batas-batas administratif pada umumnya.

text:djnn
pics:istimewa


Poskan Komentar