GOOGLING..!

Selasa, 10 April 2012

Mengikuti Informasi Nyamplung Purworejo

Konsumsi energi alam, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin membengkak belakangan, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau pada seluruh rakyat Indonesia untuk hemat energi.

"Saat ini, kita dihadapkan pada harga minyak dunia yang terus melambung tinggi, cadangan minyak bumi yang terus menipis dan konsumsi BBM yang semakin membengkak kita sungguh harus hemat dalam menggunakan energi," ungkap SBY, dalam situs resmi Sekretariat Kabinet RI, Selasa (10/4).

Menurutnya, penghematan itu diperlukan agar sumber daya dan anggaran belanja pemerintah tidak semakin terbebani oleh pengeluaran subsidi energi yang terlalu besar, sehingga anggaran itu dapat dipakai dengan lebih baik dan lebih tepat serta tidak membebani generasi mendatang.

Presiden juga mengimbau kepada golongan mampu dan golongan kaya untuk tidak menggunakan BBM yang disubsidi pemerintah karena secara moral hal itu tidak tepat.

Lebih jauh SBY mengimbau pula untuk memberantas kejahatan penyelundupan BBM ke luar negeri akibat adanya selisih harga BBM yang amat tinggi antara yang berlaku di Indonesia dengan yang ada di negara-negara lain, karena kejahatan itu akan dapat merusak ekonomi nasional.

"Sekali lagi kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita jaga ekonomi kita termasuk melakukan penghematan listrik dan BBM secara besar-besaran. Sebab kalau ekonomi kita terganggu rakyat jugalah yang akan mengalami kesulitan," kata SBY.
SBY telah mengeluarkan lima kebijakan nasional untuk melaksanakan penghematan nasional. Lima kebijakan tersebut adalah pertama pengamanan APBN-P 2012 karena tidak ada kenaikan harga BBM.

Kebijakan kedua peningkatan penerimaan negara yang masih dimungkinkan seperti dari sektor pertambangan.

"Saya melihat masih ada peluang untuk itu dengan cara yang baik. Ada sumber-sumber misalkan dari pertambangan tertentu bukan dengan menggenjot pajak di segala lini barangkali itu juga kontraproduktif tetapi betul-betul menambah sisi penerimaan negara," kata SBY beberapa waktu lalu.

Sementara itu, terkait dengan upaya pemanfaatan buah nyamplung untuk keperluan produksi bahan bakar nabati, perlahan-lahan popularitas perihal nyamplung makin meluas. Hari ini dan besok, 10-11 April 2011, di Patutrejo, Grabag, Purworejo diselenggarakan aktivitas berlabel Urun Rembug “Pripun Sekecanipun Nyamplung Menika? Sinergi Pengembangan Bahan Bakar Nabati Nyamplung: Layak, Ajeg, Sinambung.”

Aktivitas ini diselenggarakan oleh Program Magister Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (PMSP-ITB) dan Pemda Kabupaten Purworejo.

Popularitas kata nyamplung naik saat dilakukan uji coba penggunaannya bulan lalu. Kini kita diingatkannya kembali. Bahkan lebih dari itu, lebih dari sekadar mengingat-ingat, tapi juga diajak berfikir, bagaimana besok sebaiknya, si nyamplung yang 'naik kelas' fungsi dan manfaatnya!

Tinggal sekarang, terkait dengan isi himbauan Presiden tadi, mari kita upayakan aksi-aksi nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.

[mm]

Sumber: Detik, Suara Merdeka

Informasi Nyamplung Purworejo:




Poskan Komentar