GOOGLING..!

Senin, 01 Oktober 2012

#Pemaknaan #Karnaval #1111tahun #Purworejo


Peserta karnaval No. 12, kontingen SMAN 1 Purworejo ~ @BeaUTIEscale


Peserta karnaval kontingen Pandekluwih ~ @BeaUTIEscale

Pelaksanaan karnaval pembangunan dengan pendekatan pelestarian karya seni dan budaya kota ini, Purworejo, seakan melekat erat di hati segenap warganya. Aktivitas yang bisa dibilang rutin reguler tahunan ini makin mengerucut sebagai salah satu simbol peringatan atas HUT RI dan Hari Jadi Purworejo. Warga masyarakat kita, yang hadir berduyun-duyun dari segenap pelosok wilayah kecamatan, menikmati betul suasana awal hingga akhir karnaval itu.

Boleh jadi sebagian arus lalu lintas macet, bisa jadi sampah mengotori jalan-jalan kota, atau umpat serapah dan lirik sinis sebagian yang lain, tak menjadikan pesan-pesan komunikator dalam karnaval ini hilang tak berbekas. Penggalian makna-makna tersurat dan tersirat, tak kan lapuk dalam satu dua hari. Hendaknya memang, pesan yang diemban dalam karnaval itu bakal terus tercerna dalam benak-benak kita, untuk terus dikaji aplikasi dan implementasinya.

Destinasi karnaval
Hadirnya warga masyarakat untuk 'berkerumun' dalam hitungan kuantitatif, boleh jadi mirip dengan pendekatan cara mengukur keberhasilan pengelolaan sebuah destinasi wisatawan. Jika kenyataan ini bisa dinalarkan dan dikembangkan menjadi sebuah upaya penggalian destinasi baru, ada baiknya direncanakan dalam sebuah pengemasan yang lebih rapi, tertib dan menarik. Mungkin saja kalangan entrepreneur lokal makin terbuka dan tertarik untuk menjadi salah satu pendukung event, bukan sub event.

Karnaval terdokumentasi
Dukungan ponsel berkamera dengan resolusi yang makin tajam, terbukti sangat membantu proses dokumentasi secara komunal, walau pada awalnya adalah sebuah dokumentasi yang bersifat sangat-sangat pribadi. Alhasil, setelah diunggah ke jejaring media sosial, bisa dinikmati sebagai karya dokumentatif global.

Eksistensi komunitas
Tampak dengan jelas identitas-identitas komunitas yang sempat terekam memori warga yang menonton. Ada yang berinisial Pasthel, Plowjo, DHC, TKCI, IOF, dan lain sebagainya. Satu per satu mengejanya pelan-pelan, sambil bercerita secara real time di situs mikroblog!

Lantas?

[kitanantikanlanjutannya|z104]


Posting terkait:
Esok Sore Lima Kali
Pemaknaan Karnaval 1111 Tahun Purworejo
Karnaval Pembangunan Kabupaten Purworejo
Purworejo Last Saturday Ride
Hanya Bersepeda Tidak Berbahaya
Dirgahayu Kabupaten Purworejo Senyumlah
Dari Karnaval Hari Jadi

Poskan Komentar